NKRI HARGA MATI


Kita tentunya sudah tahu bahwa syarat berdirinya sebuah negara ada empat, yaitu memiliki wilayah, memiliki penduduk, memiliki pemerintahan dan adanya pengakuan dari negara lain. Dan karena memenuhi empat syarat itulah kemudian Negara Indonesia lahir dengan nama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Seiring dengan berjalannya waktu, maka ternyata negara tidaklah hanya harus memenuhi empat syarat diatas, untuk membentuk atau tepatnya mempertahankan dirinya sebuah negara juga mesti memiliki sistem perekonomian yang kuat dan sistem pertahanan yang mumpuni.
Saat ini, TNI sebagai alat pertahanan negara menurut data sampai 16 Agustus 2006, memiliki prajurit sebanyak 369.389 orang. Sedangkan pada Alutsista (persejataan), sebagian besar Alutsista yang dimiliki TNI sudah mencapai usia 25-40 tahun, sehingga sebagian tidak bisa dioperasikan, persoalan lainnya selain tentunya pada sisi kuantitas alutista yang ada juga pada kualitas yang memerlukan modernisasi jika ingin sejajar dengan pertahanan negara lainnya.
Utuk menciptakan Indonesia yang kuat secara ekonomi, politik, sosiokultural dan juga pertahanan militer, sebuah cermin berharga yang menampilkan fakta bahwa penduduk kita kalah jauh produktif dibandingkan dengan penduduk Singapura harus dijadikan pegangan oleh segenap bangsa Indonesia. Dimana penduduk Singapura memiliki produktifitas 23 kali lipat dibanding penduduk kita menjadi persoalan yang harus dijawab bukan hanya oleh pemerintah, tapi juga seluruh rakyat Indonesia. Rakyat tidak hanya harus menuntut adanya anggaran yang besar tapi juga harus menyumbang agar terciptanya pendapatan Negara yang besar pula. Karena NKRI adalah miliknya seluruh rakyat Indonesia bukan hanya pemerintah ataupun TNI, jadi sudah saatnya semuanya bangun dan berjalan lebih cepat dari biasanya.


NKRI HARGA MATI MENURUT CALON PRESIDEN INDONESIA
Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak dapat diganggu gugat dan harus terus dipertahankan. Dalam debat antarcalon presiden (02/7) yang bertema “NKRI, Demokrasi, dan Otonomi Daerah, ketiga calon presiden (capres) berkomitmen menjaga keutuhan Indonesia.
Capres Megawati Soekarnoputri mengemukakan, Pancasila bukan hanya falsafah bangsa, tetapi juga bintang yang mengayomi kehidupan seluruh rakyat. Menurutnya, Bhinneka Tunggal Ika adalah perekat semua rakyat dan semua kepulauan yang ada di Indonesia.
“Marilah kita kembali kepada jati diri dan harga diri bangsa Indonesia. Hanya karena dengan demikian kita dapat terus mempersatukan NKRI dengan suatu perekat bangsa yang dinamakan azas kegotongroyongan,” ujar Megawati.
Capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, keutuhan NKRI sudah final dan harus terus tetap ditegakkan. “Kita bersepakat bahwa NKRI sudah final bagi kita,” ujar SBY.
Menurutnya, Indonesia sudah mempunyai pilar berkehidupan negara yang sangat baik, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Hakekat kemajemukan bangsa Indonesia harus diikat dengan sistem persatuan dan harus diperhatikan ke depan, termasuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI.
Capres Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan, NKRI lahir dari pengorbanan jutaan jiwa dan raga para pejuang bangsa yang bertekad mempertahankan keutuhan bangsa. Sebab itu, NKRI adalah prinsip pokok, hukum, dan harga mati.
Menurut Kalla, NKRI hanya dapat dipertahankan apabila pemerintahan adil, tegas, dan berwibawa. Dengan pemerintahan yang adil, tegas, dan berwibawalah masalah dan konflik di Indonesia dapat diselesaikan. “Demi NKRI, apa pun akan kita lakukan. NKRI adalah hal pokok yang harus kita pertahankan,” tegas Kalla.





1 komentar:

  1. mantap bro ulasannya, jadi merenung apa yang bisa saya persembahkan untuk Indonesia.

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar dan kalau mau bertanya, saran, atau apapun mohon lebih baik sertakan nama dan alamat email, sebaiknya jangan memakai Anonymous Users

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
;